Sejarah Desa

Berikut adalah Uraian tentang keberadaan Desa Faturika menurut beberapa tokoh yang turut berkontribusi hingga Desa Faturika defenitif. Sumber ini adalah sumber lisan secara langsung oleh para Narasumber yang membutuhkan pembuktian dan penelitian lebih lanjut.

Faturika diambil dari nama sebuah bukit bersejarah dan nama bukit tersebut berasal dari nama seorang perempuan pertama yang tinggal di bukit tersebut. Perempuan itu bernama Rika Dasik. Menurut sejarah, bukit yang ditempati Rika Dasik menjadi salah satu bukit yang tidak bisa dijangkau air laut waktu terjadi peristiwa air bah. Ini dibuktikan adanya tanaman Ai Tasik yang tumbuh di bukit tersebut sama dengan tanaman yang biasa tumbuh di pantai. Untuk mengingat peristiwa itu maka nama Rika Dasik dijadikan nama Desa Faturika.

Wilayah Faturika dulu masih bergabung dengan Desa Mandeu kemudian pada tahun 1994 Desa Mandeu mekar  menjadi 2 desa yaitu Mandeu dan Mandeu Raimanus. Tahun 1997 Desa Mandeu Raimanus mekar lagi menjadi Desa Mandeu Raimanus, Desa Renrua dan Desa Faturika.

Desa Faturika menjadi desa persiapan selama 2 tahun (1998-1999) dengan 4 dusun yaitu Ratuha, Webaha, Sanina dan Koloulun sedangkan Mau Asu masuk ke dalam wilayah Mandeu Raimanus yang dipimpin oleh bapak Gaspar Besin sampai terpilih lagi menjadi  Kepala Desa Defenitif mulai tahun 2000-2005.

Pada tahun 2004 terbentuk Kecamatan Raimanuk. Di Faturika terjadi pemekaran dusun yaitu Baumuti, Sanina, Koloulun, Weto, Webaha A, Webaha B, Ratuha A. Tahun 2005-2010 dibawah pimpinan bapak Benediktus Ulu terjadi lagi perubahan wilayah dusun yaitu Baumuti, Sanina, Koloulun, Weto, Webaha A, Webaha B, Webaha C dan Raiulun yang merupakan pemekaran dari Dusun Webaha A hingga sekarang. Setelah adanya Desa Defenitif, Ratuha B pindah  ke Desa Duakoran. Sementara Dusun Ratuha A masih bergabung di Desa Faturika dan baru bergabung ke Desa Duakoran pada tahun 2005 sampai sekarang. Tahun 2010-2016 , Bapak Benyamin Moruk menjabat sebagai Kepala Desa Faturika. Tahun 2018 sampai sekarang Kepala Pemerintahan Desa Faturika berada di bawah pimpinan  bapak  Benediktus Ulu. Bentangan wilayah desa Faturika berbukit, padang dan berbatu. Wilayah ini didominasi oleh padang dibandingkan dengan hutan sehingga rawan terhadap longsor. Luas wilayah desa Faturika 33,50 km2 dengan ketinggian dari permukaan laut 20 0 dengan rata-rata curah hujan 15 – 20 % per tahun.

Komentar Facebok