NUANSA 2 NOVEMBER DI DESA FATURIKA

Warga sedang Membakar Lilin dan Menaburkan Bunga

Gemuruh guntur pertama Tahun 2019 di awal bulan November memberi harapan bagi para petani untuk bergegas mempersiapkan lahannya, mulai dari yang masih menggunakan sistem tebas bakar hingga yang sudah mulai membajak menggunakan traktor milik pemerintah. Rutinitas ini adalah kebiasaan yang disesuaikan dengan kondisi cuaca yang tidak dapat diprediksi. Disela-sela rutinitas ini tepat pada tanggal 02 November, seluruh aktivitas terlihat berhenti dan sunyi di sekitar perkampungan  hal ini dikarenakan seluruh penghuni kampung tanpa terkecuali, mereka berdatangan ke lokasi pemakaman keluarga tempat bagi anggota keluarga yang telah meninggal dunia dimakamkan dengan tujuan untuk membersihkannya dan mendoakannya sambil menyalakan lilin disetiap sudut-sudut makam.

Gerbang Kota Tua yang berada dalam Hutan

Warga Sedang membersihkan Makam

Tradisi ini adalah bentuk penghargaan bagi anggota keluarga yang telah meninggal dunia, pada prosesi ini terdapat beberapa rangkaian acara yakni pembersihan lokasi pemakaman serta persiapan rangkaian bunga-bunga serta lilin pada tanggal 1 November dan kunjungan secara bersama-sama ke lokasi pemakaman pada tanggal 2 november.

Lokasi pemakaman yang tersebar di beberapa dusun membuat ramai kendaraan yang bepergian disekitar dusun. Pada salah satu lokasi pemakaman yang terletak di dalam Hutan Lindung “Alas Lulik” kegiatan pembersihan dan menyalakan lilin sungguh penuh hikmah, hal ini dikarenakan lokasi ini adalah tempat dimana leluhur melakukan hal yang sama serta tempat mereka dimakamkan dan kegiatan itu dilestarikan oleh generasi ke generasi sampai dengan saat ini. Selain menyalakan lilin dan membersihkan makam-makam tersebut, warga desa juga berdoa dan menaburi makam-makam dengan bunga-bunga.

Masyarakat Sedang Membersihkan Makam, Membakar Lilin dan Menaburkan Bunga

Oleh karena kebiasaan ini tanggal 2 November sering disebut oleh warga sebagai “Loron Matebian” sebagai Hari untuk mengenang arwah sanak keluarga yang telah meninggal dunia serta hari untuk merefleksikan diri.Pada malam setelah menyalakan lilin di lokasi pemakaman seluruh warga akan berdoa dan berjalan beriringan menyusuri makam demi makam untuk mendoakan arwah-arwah tanpa terkecuali, kegiatan inilah yang membuat seluruh masyarakat terlibat dengan maksud untuk secara bersama-sama mendoakan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.

Admin Website Desa Faturika.

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan