Hola We Fohon

Pendirian rumah suku yang sarat akan makna kehidupan memberikan banyak pembelajaran bagi anggota suku yang tergabung didalamnya. Setiap detil proses dengan keunikannya mewarnai gotong-royong ini hingga sampai pada megah berdirinya ‘Uma Lulik’.

Hola We Fohon sebagai salah satu ritual dalam rangkaian ini menunjukkan bahwa penghargaan terhadap air sebagai sumber kehidupan adalah sebuah ritus penting dan tidak terlepas dalam kehidupan yang telah dilaksanakan oleh leluhur dan diwariskan kepada setiap generasi untuk terus melestarikannya.

Dalam ritual ini terdapat beberapa hal dengan makna tertentu antara lain; pembantaian kurban berupa binatang sebagai persembahan bagi alam sebagai penyedia air, percikan darah kurban pada mesbah batu persembahan dan tempat penyimpanan air yang terbuat dari bambu yang dipotong pendek agar tempat yang digunakan untuk menyimpan tersebut tetap baik adanya dan membawa air yang sakral tadi menuju rumah yang baru saja didirikan.

Persiapan Ritual Hola We Fohon

Pembawa Air

Proses pengambilan air ini adalah salah satu ritual dalam rangkaian acara pendirian Uma Kesak dan Uma Beituka yang telah berjalan sejak bulan Januari Tahun 2019 hingga saat ini.

Pendirian Rumah Suku Kesak dan Suku Beituka ini dilakukan kendati kondisi tanah di lokasi awal yang terkena dampak bencana longsor yang membuat seluruh masyarakat berpindah dan membuka lokasi pemukiman yang baru di Dusun Mauasu, Desa Mandeu Raimanus.

Ritual Hola We Fohon dilakukan setelah kegiatan Talik Tama dan sebelum Ritual Ta Krau sebagai serangkaian kegiatan dalam ritual Pendirian Rumah Suku di Kecamatan Raimanuk.

Admin Website Desa Faturika

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan