BALUTAN TAIS RAIMANUK DALAM PERAYAAN EKARISTI PAROKI WEBORA

Webora-faturika.sideka.id Tais Raimanuk mewarnai perayaan Ekaristi pada hari minggu biasa ke 26 di Gereja Paroki St. Mikhael Webora, hal ini merupakan salah satu komitmen bersama umat bersama Pastor Paroki untuk memperingati Santo Mikhael sebagai pelindung Paroki Webora yang dirayakan pada hari ini Minggu Tanggal 29 September 2019.

Romo Apolinaris Bouk, Pr selaku Pastor Paroki Webora merasa bangga dan bersyukur dengan niat dan pembuktian umat paroki webora yang hari ini mengikuti perayaan misa peringatan St. Mikhael yang adalah Pelindung Paroki Webora dengan mengenakan Tais Raimanuk.

Pembiasaan yang dilakukan kepada umat dan Pastor ini adalah salah satu bentuk pemanfaatan Tais Raimanuk sebagai pakaian yang diwariskan oleh leluhur sekaligus pelestarian dan teladan bagi generasi penerus untuk tetap menjaga dan memanfaatkan Tais Raimanuk pada masa-masa mendatang.

Umat Setelah Selesai Perayaan Misa

Romo Apolinaris Bouk Pr, dan Frater Dus

Pada Homily dalam perayaan misa hari ini Romo Naris mengharapkan agar perayaan akan Pelindung Paroki Webora ini dapat memberikan berkat dan semangat untuk dapat merubah keadaan Paroki Webora secara keseluruhan mulai dari lingkungan Nahutu sampai Baumuti, beliau berharap agar teladan keberanian yang dimiliki oleh St. Mikhael sebagai pelindung dapat memberikan cerminan kepada umat paroki webora sekalian untuk tetap menjaga solidaritas dalam membangun Paroki Webora ini menjadi Paroki yang maju. Pastor yang disiplin ini juga mengapresiasi para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Orang Muda Katolik (OMK) St. Mikhael Webora yang baru saja pulang dari Kabupaten Malaka mengikuti Kegiatan Keuskupan Atambua Youth Day (KAYD) Jilid II, bagi dirinya Peran OMK ini sangatlah penting dalam membangun Paroki ini sehingga dengan sangat tegas ia sampaikan kepada para pemuda dan pemudi di paroki webora yang belum bergabung untuk segera bergabung dan bergerak bersama.

Cara pemanfaatan Tais Raimanuk oleh sebagian besar umat sebagai tren fashion pada perayaan misa ini masih menggunakan model tradisional dimana para wanita mengikat pinggangnya menggunakan Tais Raimanuk yang terlihat seperti balutan rok yang panjang, sementara para pria mengikatkan Tais Raimanuk untuk lelaki ini pada pinggang mereka dengan variasi tambahan sal tenunan dengan ragam motif berbeda pada pinggang, dalam bahasa tetum model ini disebut Kabala/Hatais. Adapun beberapa yang sudah memodifikasi Tais Raimanuk ini menjadi model pakaian yang lebih kekinian.

Pemanfaatan Tais Raimanuk pada perayaan misa hari ini adalah bentuk dukungan konkrit Gereja dan Pastor dalam memberikan semangat kepada para penenun tradisional di Paroki Webora secara keseluruhan untuk meningkatkan produksi Tais Raimanuk sehingga dapat memberikan dampak positif pada pendapatan ekonomi umat paroki sekalian.

Oleh : Admin Website Desa Faturika

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan