RITUAL “HALEKA HANMATAN” SEBAGAI AWAL PEKERJAAN PAMSIMAS DI DESA FATURIKA

Kebutuhan akan air bersih adalah prioritas utama dalam hidup, Tanpa air segalanya akan terasa kering. Demikian ungkap ketua BPD Desa Faturika Lambertus Mau disela-sela ritual “Haleke Hanmatan” sebuah ritual tradisional yang jalankan pada setiap awal kegiatan. Ritual ini  menurut kepercayaan masyarakat lokal adalah sebagai bentuk penghargaan bagi Allah, Alam dan Arwah yang empunya segala materi yang digunakan di dunia ini.

Haleka Hanmatan Oleh Perwakilan Tetua Adat Bapak Lambertus Mau

Kerja bersama ini adalah komitmen bersama masyarakat Dusun Webaha A, Webaha B, Webaha C, dan Dusun Raiulun untuk serius dalam berpartisipasi melaksanakan semua tahapan pembangunan yang akan dilaksanakan. Gotong Royong ini adalah dukungan “in-kind” yang diberikan sebagai kontribusi bagi program PAMSIMAS (Program Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang telah disediakan oleh Dinas PUPR Kabupaten Belu.
Hadir dalam Kegiatan ini salah Satu TFM ( Tim Fasilitator Masyarakat) Program Otje Taopan, SE. Baginya ini adalah proses yang lazim yang sering ditemui di awal setiap kegiatan yang didampingi.

 

Sedikit ia jelaskan bagi admin website desa Faturika bahwa program ini menggunakan teknologi pompa air yang ramah lingkungan karena memanfaatkan matahari sebagai energi penggerak. Kekuatan dari pompa ini mampu menembus elevasi hingha ketinggian 150 m dari permukaan laut.

Berdasarkan kenyataan geografis tempat dilaksanakannya program ini masih dalam jangkauan kemampuan pompa yang akan digunakan, sehingga sangat mungkin bahwa air akan sampai di area permukiman yang berada di ketinggian.

 

Berkaitan dengan pendanaan pelaksanaan program ini menggunakan APBN 70%, APBDES Desa Faturika 10%, In-cash (sumbangan uang tunai dari masyarakat) Desa Faturika 4% serta sumbangan tenaga yang selanjutnya disebut sebagai “In-Kind” 16%.

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan