HASIL PENJUALAN “TAIS” DIGUNAKAN UNTUK KULIAHKAN ANAK

Marselinus Mali dan Romana Boe

Koloulun-faturika.sideka.id Pendidikan tinggi yang mahal adalah keluhan yang lazim dari setiap masyarakat desa Faturika tanpa terkecuali. “Untuk kuliahkan anak harus bisa simpan uang banyak” demikian ungkapan yang selalu keluar dalam setiap perbincangan tentang pendidikan tinggi (kuliah).

Kenyataan yang sama jugalah yang di alami oleh pasangan suami istri Marselinus Mali dan Romana Boe, salah satu keluarga yang menetap di dusun Koloulun, Desa Faturika. Namun mahalnya ongkos pendidikan ini tidak membuat mereka pasrah tetapi memberikan tantangan baru bagi mereka.

Berbekal warisan tradisi “soru tais” dari leluhur mereka Pasangan ini menggagas rumah tangga mereka dengan menenun. Bermodalkan alat tenun tradisional mereka mulai mencetak helai demi helai “tais”  dengan berbagai model dan motif. Semua hasil produksi tersebut biasanya dipasarkan di beberapa pasar tradisional, hasil dari pemasaran tersebutlah yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya sampai dengan menabung pada unit simpan pinjam kelompok yang ada di Desa Faturika untuk kepentingan biaya pendidikan anak-anak mereka.

Salah Satu Hasil Tais Raimanuk
Salah Satu Tais Raimanuk Hasil Tenunan Tradisional Karya Ibu Romana Boe

Ketiga Putrinya kini mengeyam pendidikan di Universitas Timor di Kefamenanu, salah satunya kini telah menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar sarjana, meskipun demikian diapun tetap bersemangat untuk menekuni proses pembuatan “tais” untuk membantu kedua orang tuanya dan mulai belajar beberapa teknik yang lain agar dapat memproduksi “Tais” yang indah dan diminati oleh banyak orang.

Tais” Hasil Produksi  keluarga ini cukup dominan di sebagian masyarakat Desa Faturika hal inilah yang membuat keduanya cukup di kenal dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Bagi keduanya apapun profesi yang akan dihadapkan pada anak-anaknya mereka tidak khawatir sebab budaya kerja keras telah menjadi kebiasaan mereka semenjak kecil, sebab peluang adalah hal yang harus dimanfaatkan dengan upaya kerja keras dan berani mengambil resiko.

Sebagai salah satu keluarga penenun aktif di Desa Faturika Ibu Romana Boe mengharapkan agar pemerintah Desa akan terus membantu para penenun dengan memfasilitasi kebutuhan akan benang dan proses pemasaran sehingga setiap wanita di Desa Faturika selalu bersemangat dalam menenun.

Oleh Admin Website Desa Faturika

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan