KAMIS ADALAH HARI PASAR TRADISIONAL HALILULIK

Pasar Halilulik (28/02/2018)

Tempat fisik dimana pembeli dan penjual berkumpul untuk mempertukarkan barang dan jasa adalah pasar sebagaimana yang di definisikan oleh Kotler (2002). Definisi inilah yang lebih sesuai dengan keadaan konkrit masyarakat sekitar Pasar Tradisional Halilulik. Salah satu dusun dalam teritorial desa Naitimu ini adalah tempat perolehan kebutuhan masyarakat yang tersebar dalam beberapa kecamatan yakni Tasifeto Barat, Naitimu, Raimanuk dan Biboki Utara.

Jenis barang yang paling banyak terdapat dalam aktifitas pasar Halilulik adalah kebutuhan pangan seperti beras, jagung, sayur-mayur, kacang-kacangan, daging dan ikan serta beberapa jenis barang lain. Sementara jasa yang paling ditemukan dalam aktifitas pasar adalah kuli angkut, ojek dan beberapa jasa penyedia modal usaha.

Mama Paulina dengan Sayur hasil kebunnya (28/02/2019)

Keramaian pasar yang terbilang padat seringkali menghambat lalu lalang kendaraan sampai pada kemacetan panjang hingga terhambatnya lalu lintas sekitar lokasi pasar. Kepadatan pasar yang terjadi adalah akibat dari ramainya lalu lalang masyarakat yang datang dengan tujuan yang berbeda.

Bangunan pendukung yang terdapat dalam lokasi pasar tradisional halilulik adalah beberapa gedung terbuka dengan beberapa sekat penghalang. Bangunan tersebut terdiri dari 3 bangunan tanpa ruang dan 1 bangunan dengan 8 ruang. Bangunan-bangunan tersebut saat ini telah di kontrakan kepada beberapa pengusaha yang memberikan retribusi kepada pemerintah desa Naitimu sebagai Pendapatan Asli Desa.

Padat pelapak yang menjajakan hasil usahanya membuat jalanan menuju pasar menjadi lebih sempit dan berdampak pada macetnya lalu lalang pembeli yang masuk ke dalam pasar.

 

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan