DESEMBER BULAN TANAM

Salah satu lahan milik Petani Faturika (12/11/2018) Foto : Admin

Desember adalah bulan yang dinantikan oleh seluruh masyarakat desa Faturika yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Penantian ini oleh karena akhir tahun ini sebagai awal musim tanam bagi petani di Desa Faturika.

Makin banyak beredarnya herbisida anti gulma saat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat desa Faturika dalam membersihkan gulma yang menghambat pertumbuhan tanaman di lahan milik masyarakat. Pada kunjungan di beberapa lahan perkebunan milik masyarakat penggunaan herbisida anti gulma telah menjadi hal lumrah dalam pembersihan gulma liar yang kembali tumbuh saat datang hujan setelah pembersihan secara manual pada bulan-bulan sebelum datangnya hujan.

Salah satu petani muda yang merasa terbantu dengan adanya herbisida anti gulma ini adalah Siprianus Saku. “Rumput yang baru tumbuh liar akan mudah dan cepat kering sehingga bisa dibersihkan dan lahan siap untuk ditanami jagung” ungkap Siprianus.

Siprianus adalah perangkat desa Faturika yang membidangi pengelolaan keuangan desa. Bendahara desa ini juga adalah salah satu pemuda desa Faturika yang tetap menggarap lahan untuk ditanami jagung sebagai persediaan pangan bagi kebutuhan keluarga.

Petani Muda Faturika mempersiapkan Herbisida Anti Gulma ( 06/11/2018) Foto : Nus

Bersama dengan salah satu temannya yang sibuk membersihkan gulma liar di lahan miliknya dia mengatakan bahwa pekerjaan petani merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan sebagai kerja produktif untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam beberapa bulan pasca panen.

Hingga saat ini terdapat lahan milik petani desa Faturika yang disiapkan khusus untuk menanam jagung, ini merupakan kerja produktif yang turun temurun di lakukan sebagian besar petani Faturika. Pada beberapa lahan lainnya ditanami tanaman jangka panjang seperti kemiri, kopi, jeruk, pisang, dan beberapa tanaman lainnya.

Jagung yang menjadi pilihan petani Desa Faturika adalah jagung lokal yang benihnya secara turun-temurun di jaga. Hal ini dikarenakan kekhawatiran petani terhadap bibit-bibit baru yang dikembangkan oleh perusahaan. Petani Faturika khawatir bibit-bibit jagung yang baru tersebut tidak bisa tumbuh pada lahan mereka oleh karena pengaruh cuaca dan kesuburan lahan sehingga benih jagung lokal masih menjadi pilihan sebagian besar petani Faturika.

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan