NEGARA AKAN HADIR MELALUI PANDU DESA

Peserta (ToT) Bersama Deputi II KSP Yanuar Nugroho (30/11/2018) Foto Oleh Koko

Pengambilan kebijakan Pemerintah tidak dapat terlepas dari validitas data sasaran kebijakan. Keberadaan Data sebagai acuan kebijakan tidak hanya sebagai kelengkapan dokumen dan lampiran dalam administrasi pengarsipan. Hal ini jelas dalam uraian Deputi II Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu sosial, Ekologi dan Budaya Strategis Yanuar Nugroho. Dalam sambutan pada kunjungannya dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Pelatihan Pengelolaan Sistem Informasi Desa dan Kawasan beliau mengungkapkan bahwa keberadaan Pandu Desa yang dilahirkan oleh BP2DK harus dapat menjawab tantangan dalam pendataan desa dan kawasannya.

Dengan sumber data yang valid dan real time akan membuat pengambilan kebijakan pemerintah akan lebih efektif dan tepat sasaran.

Deputi II KSP Yanuar Nugroho (30/11/2018) Foto Oleh Koko

Melihat miniatur Indonesia yang terwakilkan oleh kehadiran Pandu desa yang berasal dari 18 provinsi ini beliau mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 harus dapat beriringan dengan revolusi desa 4.0 yang membawa Indonesia pada kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Kebijakan Pemerintahan saat ini diakui belum sepenuhnya dapat dikatakan tepat sasaran hal ini merupakan akibat dari penggunaan sumber data yang masih belum terintegrasi dalam 1 sumber data kebijakan.

Menanggapi beberapa pertanyaan dan cerita peserta Pelatihan tentang keadaan desa saat ini Beliau mengapresiasi kerja pandu desa yang masif dalam pendataan dan implementasi teknologi dalam penyelenggaraan pemerintah sehingga beliau menyarankan agar Pandu Desa akan dibekali pelatihan yang berstandar oleh BIG dalam pemetaan desa dan kawasannya, hal ini akan berdampak positif bagi penyelenggaraan negara. Baginya Pandu Desa adalah kehadiran negara yang bersentuhan bersama masyarakat di tingkat Desa.

Pada akhir sesi diskusi beliau memberikan kesempatan kepada seluruh peserta pelatihan untuk langsung berkoordinasi dengan beberapa staf khusus presiden untuk dapat berbagi dan menyampaikan kondisi-kondisi terkini terkait penyelenggaraan negara.

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan