BERTANI SEBAGAI ASET MASA DEPAN

Ha’u kalo to’os kalo fatik wa’in, ba’a la kalo tan kalo ba’a ne soe let no beran” (Saya Menggarap Lahan perkebunan harus lebih dari satu titik, dan semua lokasi tanpa pagar pelindung, sebab buat pagar buang waktu dan tenaga percuma). Demikian ungkap Benyamin Nahak, salah satu petani di Desa Faturika yang aktif di bidang pertanian. Meski dengan teknik bertani tradisional dan peralatan yang serba sederhana tidak menjadi suatu penghalang bagi bapak Benyamin untuk menggarap lebih dari satu titik lokasi kebun.

Semua lahan yang dimilikinya berada pada bagian lereng bukit yang cukup miring dan bebatuan. Posisi kemiringan yang mencapai 30° tersebut baginya adalah suatu keuntungan sebab dia tidak perlu khawatir atas sapi milik masyarakat yang akan mengganggu dan atau merusakkan tanaman miliknya.

Foto Benyamin Nahak saat dikunjungi di Kebun Sirih dan Kebun Pisang miliknya. dsftr.doc

Salah satu solusi berkebun pada lahan dengan tingkat kemiringan tersebut adalah membuat teras dengan tanaman penguatnya berupa gamal dan mahoni hal ini dilakukan untuk menghalangi pengikisan tanah oleh air pada setiap musim hujan. Teknik ini didapatkan melalui kegiatan pendampingan bersama Yayasan Mitra Tani Mandiri dengan Pendamping Pertanian Lapangan (PPL).

Di kebun Kolo’ulun yang terletak di Dusun Kolo’ulun ini pada setiap teras ditanamani barisan Tanaman Nenas yang banyak dan memenuhi seluruh teras dalam kebun tersebut seluruh lahan dipenuhi dengan tanaman Kopi dengan jumlah ± 500 pohon dan tanaman Jeruk ± 200 pohon. Pada saat kunjungan terdapat tiga tempat pembibitan anakan kopi untuk mengisi lahan yang masih kosong. Pembibitan dilakukan pada media polybag dan mandiri tanpa bantuan dari pihak manapun. Di lahan tersebut ada juga beberapa pohon tanaman kelapa sawit yang menurutnya adalah tanaman luar daerah sebab kelapa sawit identik dengan lokasi hutan kelapa sawit di daerah kalimantan. Oleh karena dalam jumlah kecil dan hasil yang tidak dapat dipasarkan maka setiap kelapa sawit berbuah selalu dipotong dan diberikan kepada babi peliharaannya, hal ini dikarenakan tidak adanya pasar dan tempat pengolahan hasil tanaman tersebut di kabupaten ini.

 

Foto Tanaman Nenas, Kopi dan Tanaman Sengon di Kebun Milik Benyamin Nahak, dsftr.doc

Sementara pada salah satu lahan di Bikan yang terletak di Dusun Sanina beliau menaman Sirih dalam jumlah banyak. Hal ini dikarenakan tradisi “mama” atau makan sirih pinang telah menjadi sebuah warisan leluhur dan masih bertahan hingga kini pada masyarakat lintas generasi di kabupaten belu dan malaka. Target pemasaran sirih ini adalah Pasar-pasar tradisional yang berlangsung setiap pekan. Menurut pengakuannya setiap minggu penghasilannya dari sirih saja bisa mencapai 2 Juta bahkan 2,5-3 Juta. Melihat tingginya peminat tersebut Benyamin mulai membeli dan menggarap lahan lain pada lokasi yang sama dengan ukuran yang lebih luas, ini merupakan cara memperluas usaha dibidang pertanian guna mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Sementara pada setiap lorong penuh terisi dengan tanaman pepaya California dan sebagian kecil tanaman kopi. Baginya membiarkan lahan kosong tanpa tanaman adalah kesalahan fatal seorang petani.

Menurutnya sebagai Petani Tulen kita hanya akan bisa mewariskan kekayaan alam berupa tanaman-tanaman yang ditanam kepada anak cucu kita sebab baginya tanaman adalah warisan yang tidak akan habis-habisnya diturunkan kepada generasi penerus.

Tanaman Nenas, Tanaman Sirih dan Kelapa Sawit Milik Benyamin Nahak, dsftr.doc

Beliau juga merupakan salah satu masyarakat Desa Faturika yang rutin mengusulkan pengadaan bibit tanaman pada setiap pelaksanaan musyawarah pada tingkat dusun hingga kecamatan. Menurutnya Pemerintah Desa Faturika melalui Dana Desa telah memberikan kemudahan bagi petani dibeberapa lokasi hal ini dikarenakan dibukanya Jalan Usaha Tani, Pembangunan Embung Mini serta Pengadaan Bibit Tanaman dalam Alokasi Dana Desa sejak tahun 2017 lalu. Selain apresiasi terhadap pemerintah Desa beliaupun turut mengevaluasi pemerintah Desa agar teliti dan transparan dalam pengelolaan Dana Desa hal ini dimaksudkan agar perhatian pemerintah Desa Faturika dapat berlangsung adil dan merata bagi setiap masyarakat.

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan