Dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Belu

Faturika merupakan desa dengan potensi pertanian yang cukup menjanjikan, hal ini terbukti dengan jumlah lahan garapan yang cukup luas di sebagian besar lahan di wilayah Desa Faturika. Sebagai bentuk dukungan pemerintah kabupaten Belu dalam menunjang peningkatan produktifitas di bidang pertanian pada bulan September lalu Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian Kabupaten belu memberikan bantuan Fasilitas Alat Berat Buldozer untuk membantu meratakan untuk membersihkan lahan garapan serta pohon-pohon yang tumbuh di tengah-tengah lahan garapan masyarakat. Tindakan ini merupakan hasil dari pada usulan beberapa kelompok tani bersama Salah Pengurus GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) Desa Faturika Tarsisius Taek kepada Unsur terkait pada Dinas Pertanian.

Sumbangsi Pemerintah daerah Kabupaten Belu ini dianggap cukup strategis dengan tujuan agar lahan masyarakat siap tanam untuk semua aneka bibit yang telah diwacanakan untuk dibeli menggunakan ADD Desa Faturika. Dengan demikian Pemerintah Desa tidak perlu mengalokasikan Dana Desa guna menyewa dan atau pengadaan fasilitas alat berat tersebut tetapi lebih memprioritaskan pada kebutuhan benih yang akan di tanam pada lahan masyarakat.

Keterlibatan Pemerintah Daerah dalam memberikan bantuan berupa fasilitas alat berat buldoser adalah sebuah kontribusi dan dukungan yang patut diapresiasi, melalui keterlibatan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah turut mendukung penggunaan Dana Desa yang tepat sasaran dan tidak tumpang tindih ungkap Tarsisius Taek saat mengawasi buldoser yang sedang membersihkan lahan milik masyarakat.

Selain pemberian alat berat Buldoser tersebut keterlibatan pemerintah daerah Kabupaten Belu juga terlihat dari peminjaman Eksavator oleh Dinas PUPR Kabupaten Belu bagi pemerintah Desa Faturika untuk digunakan menggali sumber mata air Weberdai sebagai salah satu sumber mata air bagi masyarakat melihat kekeringan yang melanda pada beberapa bulan terakhir hingga penghujung oktober 2018. Dukungan ini tidak serta merta peminjaman tanpa kontrol oleh Pemerintah Daerah namun sebaliknya Pemerintah Daerah melalui Dinas PUPR selalu mengawasi mulai dari mobilisasi ekskavator hingga sampai pada pengresmian sumber air tersebut. Pada proses pengresmian tersebut Bupati Wilibrodus Lay bersama beberapa pimpinan Instansi turut hadir dan melakukan ritual pengresmian secara tatacara adat lokal setempat. Pada Kesempatan tersebut kepala Desa sangat mengapresiasi kehadiran beberapa Pimpinan Daerah pada saat pengresmian yang bernuansa sakral dalam tatacara adat lokal tersebut tersebut.

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan