SIAGA SUHUK LONU

Desa Faturika merupakan desa yang berpotensi untuk pengembangan pertanian terbarukan. Hal ini didukung oleh letak Desa yang berada pada ketinggian dengan kondisi cuaca yang mumpuni untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Namun pada kenyataannya masyarakat desa Faturika masih tetap bertani secara konvensional dengan teknik tebas-bakar-tanam, hal ini adalah warisan yang secara turun-temurun tetap bertahan. Oleh karena itu Musim kemarau adalah musim penantian bagi sebagian besar masyarakat desa Faturika yang berprofesi sebagai petani. Sebab pada musim kemarau sebagian besar petani desa Faturika hanya membersihkan lahan dan membiarkannya tanpa dikelola. Pada akhir musim kemarau seluruh petani desa Faturika membakar lahan yang telah dibersihkan untuk mulai dengan proses tanam pada awal musim penghujan. Salah satu warisan yang masih bertahan hingga hari ini adalah SIAGA LAHAN SUHUK LONU. Ini adalah kegiatan rutin setiap dua tahun yang dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap hama Babi Hutan yang dapat mengganggu lahan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan pada akhir musim kemarau setia akhir bulan Oktober sampai dengan ala November.

Siaga Lahan Suhuk Lonu adalah kegiatan semi-sakral yang memiliki beberapa ritual pendahuluan sebelum sampai pada kegiatan Perburuan Babi Hutan. Kegiatan ini mengikut sertakan seluruh laki-laki desa Faturika untuk melakukan perburuan Babi Liar yang dilakukan selama kurang lebih 6-8 Hari. Dalam perburuan ini terdapat sebuah kegiatan yang unik, yaitu terdapat seorang sesepuh masyarakat desa Faturika yang akan diikat kaki dan tangannya dan dijadikan tahanan saat masyarakat yang lainnya melakukan perburuan babi liar. Keunikan lainnya yaitu dalam kegiatan ini seluruh hasil perburuan tidak akan dikonsumsi sampai akhir kegiatan, namun hasil perburuan tidak akan membusuk sebab akan diawetkan secara tradisional.

Menanggapi permintaan beberapa instansi pemerintahan kabupaten maka kegiatan ini akan dikonversikan menjadi salah satu Festival yang dapat mengangkat warisan budaya ini menjadi sajian publik untuk dapat ditonton bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia, oleh karenanya kegiatan Siaga Lahan Suhuk Lonu tahun 2017 ini telah di-setting sedemikian rupa agar menarik untuk ditonton sebagai budaya masyarakat desa Faturika tanpa menghilangkan esensi daripada sakralnya kegiatan ini.

Berikut adalah Dokumentasi kegiatan Siaga Lahan Suhuk Lonu 2017

  

Komentar Facebok

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan